Senin, 21 Januari 2013 - 11:47:51 WIB
Sebab Pada-Mu Ada Kehidupan
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Pemeliharaan dan Pekabaran Injil - Dibaca: 189 kali

Bacaan:  Yesaya 62:1-5; Yohanes 2:1-11

SEBAB PADA-MU ADA KEHIDUPAN


Yesaya 62:1-5 memperlihatkan adanya perubahan dalam berteologi. Saat hendak masuk ke Tanah Kanaan, Allah digambarkan sebagai sosok yang membuat orang gemetar dan takut. Allah ikut berperang dengan para tentara Israel guna menumpas bangsa-bangsa asing yang mengganggu stabilitas bangsa Israel. Namun sekarang, Allah digambarkan sebagai sosok yang penuh kasih. Ia memulihkan dan merangkul semua orang, sehingga bangsa-bangsa lain pun akan ikut bersukacita.
Perubahan dalam cara berteologi ini tentu didasarkan pada kenyataan hidup orang-orang Israel. Pengalaman pahit hidup dalam pembuangan sangat menyentuh batin sehingga membuat mereka terbuka dalam mengusahakan damai dengan siapa saja. Mereka tidak lagi menginginkan peperangan dan lebih mengutamakan perdamaian.

Perubahan dalam cara berteologi ini memiliki dampak yang sangat besar dalam kehidupan bangsa Israel. Mereka tidak lagi berpikir tentang perang dan menaklukan daerah-daerah lain, namun berpikir untuk mengupayakan perdamaian. Semua bangsa terangkul bersama merayakan damai dengan penuh sukacita. Gambaran kitab Yesaya ini menjadi semakin konkret dengan hadirnya Tuhan Yesus dalam dunia.
Kita bayangkan suasana pesta pernikahan di Kana. Banyak orang diundang dan tentunya mereka dari latar belakang yang beragam. Suasana meriah dan penuh sukacita, tapi tiba-tiba persediaan anggur mulai menipis. Panitia pernikahan kebingungan untuk menambah pasokan persediaan anggur.
Disaat genting itulah, Tuhan Yesus memberikan pertolongan. Tuhan Yesus mengubah air-air yang berada dalam tempayan menjadi anggur, bahkan menjadi anggur terenak. Pertolongan Tuhan Yesus membuat kemeriahan pesta dapat terus berlanjut.

Inilah tanda pertama yang dibuat oleh Tuhan Yesus untuk menunjukkan maksud kehadirannya di dunia. Kehadiran-Nya membuat manusia dapat terhimpun bersama dengan sesamanya dalam suasana gembira. Maka sudah tentulah, kita saat ini perlu mengembangkan teologi yang membangun kehidupan bersama, karena hanya dengan cara itulah perdamaian dunia dapat terwujud. (M-M)




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)
Jika gambar tidak jelas refresh disini