MENJAGA KESELAMATAN = HIDUP BERCAHAYA
Bacaan:
Filipi2:12 -18
Paulus
menasehati jemaat di Filipi untuk tidak bersungut-sungut dan
tidak berbantah-bantahan. Menutup nasehatnnya, Paulus
mengungkapkan “…,
sehingga kamu bercahaya di
antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,…”
Bintang dalam
pandangan masyarakat Yahudi kuno merupakan sesuatu yang
penting. Mereka menggunakan bintang sebagai penunjuk waktu
dan arah. Lambang bintang kemudian dipakai dalam perisai
yang dikenakan oleh Daud. Menurut sejumlah sumber Yudaisme,
bintang yang dikenakan pada perisau Daud melambangkan angka
7. Ini adalah angka yang sempurna bagi masyarakat Israel.
Dengan demikian, bintang memiliki arti yang sangat penting
bagi masyarakat Israel. Itulah sebabnya bendera Israel
berlambangkan bintang.
Dalam masyarakat Yunani, bintang
juga merupakan sesuatu yang penting. Mereka menggunakan
bintang juga sebagai penunjuk waktu dan arah sama seperti
masyarakat Israel. Selain itu, orang Yunani juga gemar
menghubungkan susunan bintang-bintang di angkasa. Mereka
menghubungkan masing-masing titik bintang menjadi sebuah
bentuk. Bentuk-bentuk itu dipercaya sebagai dewa-dewa. Bagi
kekristenan, bintang juga sesuatu yang bermakna penting.
Dalam menghias pohon natal, biasanya bintang akan
ditempatkan dipucuk pohon natal. Dekorasi dalam perayaan
natal juga selalu disemarakan dengan hiasan berbentuk
bintang. Bintang memegang peranan penting karena menjadi
petunjuk bagi orang majus untuk dapat menemui bayi Yesus di
Bethlehem.
Dari kebudayaan Yahudi, Yunani,
Kekristen, kita dapat melihat bahwa Ungkapan Paulus, “…,
sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti
bintang-bintang di dunia,…” sekiranya hendak
menggmbarkan keberadaan diri kita (orang percaya)
ditengah-tengah lingkungan sekitar. Kita diminta dapat
petunjuk bagi orang lain. Menjadi petunjuk berarti menjadi
teladan, menjadi contoh, menjadi orang yang memberikan
arahan. Hal ini dapat kita lakukan jika kita dapat membangun
sebuah komunikasi yang baik dengan orang lain. Komunikasi
yang baik akan membuat sebuah komunitas yang baik pula. Jika
begitu patutlah kita bertanya: sudahkah komunitas gereja
kita memberi pengaruh yang postif bagi lingkungan di sekitar?
Atau jangan-jangan orang malah enggan masuk ke gereja karena
melihat kelakuan kita yang suka membicarakan cinta kasih
tapi senang melihat orang lain tersudutkan dan tersakiti;
yang suka ngomong keselamatan tapi senang melihat orang lain
terkucilkan dan terlecehkan? (M-M)
|
|